8

Opal

ephemeralevergreen
Opal, oh, cintaku, batu harapan yang berkabut, berpendar dalam sejuta warna, condong berkilau di bawah cahaya yang lembut, sebutir cahaya yang tiada duanya, tempat segala warna bersemayam, seolah surga sendiri pernah membisikkan rahasia-rahasianya ke dalam dirimu. Opal, oh, sayangku, betapa berbedanya dirimu dari segala yang ada. Di balik senyummu yang lembut tersembunyi cahaya yang tak kasatmata, dan di dalam setiap kilau kecil itu, aku tak hanya menemukan satu keindahan, melainkan seribu keajaiban yang tak berkesudahan. Opal, oh, abadi milikku, kau tercipta menyerupai pelangi yang terselubung di balik awan, sepotong warna yang bahkan langit tak sanggup menyimpannya untuk dirinya sendiri. Kau memang ditakdirkan untuk berbeda, bukan karena tak ada yang menyerupaimu, melainkan karena di dalam dirimu bersemayam warna-warna dari mereka yang pernah menginspirasimu. Setiap rona adalah kenangan yang kau pinjam, setiap kilau adalah jejak pengaruh yang kau hargai, namun tak satu pun darinya mampu menjadikanmu sesuatu selain dirimu sendiri. Sebab, itulah keajaibanmu, Opal: kau dapat menghimpun seluruh warna dunia dan tetap menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya, seutuhnya, seindah-indahnya. Opal, oh, segalanya bagiku, jangan pernah meredupkan cahayamu demi mengejar gemerlap milik orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Jadilah setiap warna yang telah kau kumpulkan. Jadilah setiap cahaya yang bersemayam di dalam dirimu. Dan bila suatu hari dunia bertanya warna apakah dirimu, biarkan mereka bertanya-tanya. Sebab kau tak pernah diciptakan untuk menjadi satu warna saja.
- aln
September 27, 2026
6:08 PM