aln

@ephemeralevergreen

W
2posts

"I am infinite. I am a multitude of abstract notions, stitched together as one, and yet, there is no thread by which I am bound.

ephemeralevergreen
Suara angin mendesir pelan, seperti biola yang bergetar di telingaku. Aku berlari, dengan seluruh tenaga yang kupunya, menyusuri taman terindah yang pernah kulihat. Astaga, seandainya kau bisa melihatnya dengan matamu sendiri. Rasanya sureal, seperti sebuah lukisan dengan goresan tak terhitung, dengan makna yang tak terbatas terukir di setiap detailnya. Langit tanpa batas terbentang dalam nuansa biru. Beberapa awan malas melayang melintasi cakrawala. Oh, terima kasih, Ibu Pertiwi. Aku bertanya-tanya, apa yang telah kulakukan hingga pantas mendapatkan momen seindah ini? Namun aku tidak melihat banyak. Aku hanya membuang-buang waktu. Keindahan itu sementara. Keindahan itu sementara. Taman bunga yang indah tak berujung, dengan setiap bunga mekar dalam warna berbeda, dan masing-masing membawa perasaannya sendiri. Mawar-mawar biru mengitariku, andaikan itu takdir. Biru, oh, biru. Warnanya selalu terasa seperti dibuat untuk bermimpi. Itu milik lautan dan langit yang tak berujung, milik sore yang tenang dan pikiran yang mengembara. Mungkin itulah sebabnya taman ini selalu membekas padaku begitu lama. Tapi tetap saja, aku tidak melihat banyak. Aku hanya membuang-buang waktu. Keindahan itu sementara. Keindahan itu sementara. Keindahan itu sementara. Aku tiba di ujung kebun, dengan segala sesuatu yang pernah dijanjikan kepadaku. Namun yang kulihat hanyalah jurang yang hampa. Aku memutar tubuhku. Taman itu sudah tiada. Karena keindahan itu sementara. Keindahan itu sementara, dan aku tidak terlalu memperhatikannya.
- aln
September 27, 2026
view →
Opal, oh, cintaku, batu harapan yang berkabut, berpendar dalam sejuta warna, condong berkilau di bawah cahaya yang lembut, sebutir cahaya yang tiada duanya, tempat segala warna bersemayam, seolah surga sendiri pernah membisikkan rahasia-rahasianya ke dalam dirimu. Opal, oh, sayangku, betapa berbedanya dirimu dari segala yang ada. Di balik senyummu yang lembut tersembunyi cahaya yang tak kasatmata, dan di dalam setiap kilau kecil itu, aku tak hanya menemukan satu keindahan, melainkan seribu keajaiban yang tak berkesudahan. Opal, oh, abadi milikku, kau tercipta menyerupai pelangi yang terselubung di balik awan, sepotong warna yang bahkan langit tak sanggup menyimpannya untuk dirinya sendiri. Kau memang ditakdirkan untuk berbeda, bukan karena tak ada yang menyerupaimu, melainkan karena di dalam dirimu bersemayam warna-warna dari mereka yang pernah menginspirasimu. Setiap rona adalah kenangan yang kau pinjam, setiap kilau adalah jejak pengaruh yang kau hargai, namun tak satu pun darinya mampu menjadikanmu sesuatu selain dirimu sendiri. Sebab, itulah keajaibanmu, Opal: kau dapat menghimpun seluruh warna dunia dan tetap menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya, seutuhnya, seindah-indahnya. Opal, oh, segalanya bagiku, jangan pernah meredupkan cahayamu demi mengejar gemerlap milik orang lain. Jadilah dirimu sendiri. Jadilah setiap warna yang telah kau kumpulkan. Jadilah setiap cahaya yang bersemayam di dalam dirimu. Dan bila suatu hari dunia bertanya warna apakah dirimu, biarkan mereka bertanya-tanya. Sebab kau tak pernah diciptakan untuk menjadi satu warna saja.
- aln
September 27, 2026
view →